ANDA DAPAT 2-5 juta TIAP HARI KLIK http://www.uangbalik.in/?id=37354043

Senin, 17 November 2014

MISI KEHIDUPAN


Misi Kehidupan atau misi hidup ini sering saya tanyakan pada orang-orang.
Anda tahu tidak apa misi kehidupan manusia?
Misi hidup Anda apa?
Apa tujuan Anda hidup di dunia ini?

Reaksi dan jawaban banyak orang bermacam-macam. Ada yang bengong saja, ada yang bertanya lagi, “Mengapa Bapak bertanya seperti itu?” Ada yang bertanya, “Apa itu penting Pak Joni?” Ada yang jawab, penting kita jalani hidup ini pak Joni.


Reaksi yang bermacam-macam karena manusia itu karena manusia tidak mengerti misi hidupnya atau tidak memiliki misi hidup.

Sekelompok itik saja jika berjalan memiliki tujuan yang jelas dan sama. Anda bisa bayangkan apa yang terjadi jika sekelompok itik berjalan tidak memiliki tujuan yang jelas atau tidak memiliki tujuan yang sama. Manusia pun sebenarnya juga sekelompok makhluk yang berjalan bersama-sama, tentunya harus punya tujuan yang jelas dan punya tujuan yang sama agar bisa mencapai tujuan bersama.

Bagi orang yang tidak tahu tujuan atau misi hidup lebih kasihan lagi. Mengapa tidak tahu? Karena tidak pernah diberitahu. Mengapa tidak tahu? Karena tidak pernah diajarkan.

Selama hidup kita, jarang orang memberitahu tentang misi kehidupan ini. Di sekolah jarang guru membericarakan tentang misi hidup. Orang tua kita juga jarang sekali memberitahu tentang tujuan kita hidup karena orang tua kita  juga tidak tahu apa misi kehidupannya? Sementara hidup terus kita jalani. Jadilah kita hidup tanpa tujuan yang jelas. Orang yang beruntung, bertemulah jalan hidup yang benar. Orang yang malang, bertemulah jalan hidup yang sesat. Hidup sesat hidup yang jauh dari rasa bahagia. Kalau pun hidup kaya tetapi jauh dari rasa bahagia. Hidup yang hampa dan kebahagiaannya semu.


Berbagai macam buku tentang kehidupan ditulis orang dan berbagai ajaran agama juga mengajarkan bagaimana kita menjalankan hidup kehidupan ini dapat disimpulkan bahwa misi kehidupan manusia di dunia ini adalah “bermanfaat bagi orang lain”. Nilai seorang manusia juga dilihat seberapa banyak dia memberi manfaat bagi orang lain. Dalam ajaran Islam disebutkan Hablumminallah dan Habluminannas. Hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan manusia. Habluminallah adalah untuk kehidupan akhirat dan habluminannas untuk kehidupan di dunia. Bermanfaat bagi orang lain adalah dalam rangka manusia meraih kebahagiaan di dunia.


Jika setiap manusia punya tujuan yang sama atau misi yang sama sudah pasti mendatangkan kebahagiaan pada orang lain dan kehadiran orang lain juga mendatangkan kebahagiaan pada kita sendiri. Seorang istri fokus pada misi kehidupannya agar bermanfaat pada suaminya pasti suaminya bahagia. Suami juga hanya berpikir dan bertindak agar dia selalu bermanfaat bagi istrinya pasti hidup istrinya bahagia. Seorang guru hanya fokus bagaimana dia bisa selalu bermanfaat bagi muridnya dan muridnya juga selalu berperilaku dan bertindak bagaimana agar bermanfaat bagi gurunya, pasti di sekolah guru dan murid bahagia. Seorang anak juga begitu dengan orang tuanya. Anak hari-harinya hanya memikirkan bagaimana dia bermanfaat pada orang tuanya dan orang tuanya juga dalam menjalankan hidup hanya memikirkan bagaimana anaknya bahagia, pasti rumah tangga kita bahagia.

Kontek yang lebih luas lagi bagaimana seorang pemimpin hanya memikirkan kebahagiaan rakyatnya. Seorang pedagang fokus bagaimana usahanya bermanfaat bagi pelanggan atau membuat pelanggan senang dan bahagia  pasti usaha maju dan sukses. Alangkah indahnya kehidupan ini jika semua manusia penghuni bumi ini memiliki misi kehidupan yang sama “bermanfaat bagi orang lain”

Perlu juga saya jelaskan bahwa bermanfaat dalam hal ini adalah yang dapat membahagiakan orang lain. Kesalahan kita selama ini sering memaksakan kehendak pada orang lain dengan alasan “demi kebahagiaan orang itu” biasanya orang tua atau guru. Misalnya orang memaksakan jurusan yang harus diikuti dalam pendidikan, memaksakan jodoh demi kebahagiaan anak. Ketika si anak telah mengikuti biasanya dia tidak bahagia karena apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Ingat, salah satu kunci kebahagiaan adalah menjalankan hidup sesuai dengan hati nurani. Begitu juga guru sering memerintahkan harus begini, harus begitu sehingga anak didik terbelenggu dengan perintah guru yang kadang-kadang dia tidak menyukainya akhirnya belajar menjadi tidak menyenangkan.

Lalu, bagaimana sikap seorang tua atau guru pada muridnya? Tugas orang tua atau guru hanya meluruskan rambu-rambu kehidupan yaitu norma-norma atau aturan yang baik. Norma atau aturan itu juag harus yang betul-betul bisa membawa hidup menjadi baik dan bahagia. Jika tidak melanggar norma atau aturan biarkan si anak menjalani hidup yang sesuai dengan keinginannya. Menjalankan keinginannya itulah yang membuatnya bahagia.

Misi kehidupan agar selalu bermanfaat pada orang lain, akan membebaskan diri kita dari sifat marah, benci atau pun dendam. Ketika kita menemui masalah dengan orang lain, kita menjadi lebih bisa menerima masalah dan lebih ikhlas dengan apa yang terjadi termasuk kesalahan orang lain. Biarkan orang lain atau orang di sekeliling kita menjalankan hidupnya sesuai dengan keinginannya kalau itu yang membuatnya bahagia.

Mengapa masalah muncul dengan orang lain? Karena kita melakukan sebaliknya dari misi kehidupan, yaitu memanfaatkan sesuatu atau  orang untuk kepentingan kita atau kepentingan kelompok kita. Ketika kita fokus dalam misi kita untuk bermanfaat pada orang, membahagiakan orang maka kita bebas dari masalah. Bebas dari marah, bebas dari benci, bebas dari dendam, bebas dari rasa iri dan bebas prasangka buruk. Marah, benci, dendam, iri dan prasangka buruk adalah sumber penyakit pikiran yang membuat kita hidup susah dan merana. Tapi ketika mampu bebas semua sikap negatif itu maka KEBAHAGIAAN HIDUP pasti kita raih. Oke?
SALAM SUKSES DARI SAYA
GURU KEHIDUPAN


Untuk hidup lebih baik KLIK DISINI
Misi kehidupan, hidup sukses, hidup bahagia, hidup, rahasia hidup sukses, afrijoni, hipnoterapi bengkulu,bengkulu, rahasia sukses, sukses mudah, hidup kaya raya, kaya raya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar